Resep Tahu Sumedang: Camilan Khas Jawa Barat yang Renyah dan Gurih

 



Sejarah Singkat Tahu Sumedang


Tahu Sumedang berasal dari kota Sumedang, Jawa Barat. Ciri khasnya adalah tahu yang berukuran kecil hingga sedang, berwarna kuning keemasan setelah digoreng, dan memiliki tekstur lembut di dalam serta renyah di luar.

Tahu Sumedang pertama kali dibuat pada awal abad ke-20 oleh H. Djoni, seorang pengusaha tahu lokal. Sejak itu, Tahu Sumedang menjadi ikon kuliner Jawa Barat dan terkenal di seluruh Indonesia. Jajanan ini populer sebagai camilan ringan, teman nasi, atau pelengkap lauk sederhana.

Bahan-Bahan Tahu Sumedang

  • 500 gram tahu putih (tahu lokal / tahu kulit halus)

  • 150 gram tepung terigu

  • 50 gram tepung tapioka

  • 1 sdt garam

  • ½ sdt merica bubuk

  • 1 sdt bawang putih bubuk (opsional)

  • Minyak goreng secukupnya

Pelengkap:

  • Saus cabai manis atau sambal

  • Kecap manis

Cara Membuat Tahu Sumedang

  1. Mempersiapkan Tahu

  • Potong tahu menjadi bentuk kotak kecil, kira-kira 3x3 cm.

  • Tiriskan tahu agar tidak terlalu banyak air, agar saat digoreng tidak meletup.

  1. Membuat Adonan Tepung

  • Campur tepung terigu, tepung tapioka, garam, merica, dan bawang putih bubuk.

  • Tambahkan air sedikit demi sedikit hingga adonan berbentuk pasta kental.

  1. Melapisi Tahu

  • Celupkan potongan tahu ke adonan tepung hingga rata.

  • Pastikan seluruh permukaan tahu terlapisi adonan agar hasil gorengan renyah.

  1. Menggoreng Tahu

  • Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.

  • Goreng tahu hingga berwarna kuning keemasan dan renyah.

  • Angkat dan tiriskan di atas kertas minyak.

  1. Menyajikan Tahu Sumedang

  • Sajikan hangat dengan sambal atau saus sesuai selera.

  • Tahu Sumedang paling nikmat disantap langsung setelah digoreng.

Tips & Trik Membuat Tahu Sumedang Renyah

  • Gunakan tahu putih yang padat dan tidak mudah hancur.

  • Pastikan minyak cukup panas sebelum menggoreng agar tahu mengembang dan renyah.

  • Jangan terlalu sering dibolak-balik saat menggoreng agar tahu tetap utuh.

  • Bisa ditambahkan bawang putih bubuk atau sedikit ketumbar untuk aroma khas.

  • Tahu Sumedang yang baru digoreng lebih renyah; jika disimpan, panaskan sebentar sebelum disajikan.

Variasi Tahu Sumedang

  1. Tahu Sumedang Original

  • Tahu polos tanpa tambahan isi, paling klasik.

  1. Tahu Sumedang Isi Daging / Ayam

  • Potongan daging atau ayam dimasukkan ke dalam tahu sebelum digoreng.

  1. Tahu Sumedang Pedas

  • Sajikan dengan saus sambal pedas atau campuran cabai bubuk.

  1. Tahu Sumedang Keju

  • Tambahkan keju parut di adonan atau isi tahu sebelum digoreng.

  1. Tahu Sumedang Goreng Kriuk

  • Campuran tepung lebih banyak agar tekstur lebih renyah dan kriuk saat digigit.

Mengapa Tahu Sumedang Populer

Tahu Sumedang digemari karena praktis, gurih, dan fleksibel. Cocok dijadikan camilan sore, teman nasi, atau jualan kaki lima. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadikan tahu Sumedang camilan favorit berbagai usia.

Selain itu, variasi isi dan saus cocolan membuat Tahu Sumedang bisa dinikmati dengan berbagai cara, mulai dari versi tradisional hingga modern.

Kesimpulan

Membuat Tahu Sumedang di rumah mudah dengan bahan sederhana seperti tahu, tepung, dan bumbu. Variasi isi dan cocolan membuat camilan ini semakin menarik. Sajikan hangat agar tetap renyah dan nikmati camilan khas Jawa Barat yang gurih dan lezat.

CTA untuk pembaca blog:
Jika Anda menyukai resep Tahu Sumedang ini, bagikan ke teman dan keluarga. Temukan juga resep jajanan tradisional Indonesia lainnya di blog ini untuk inspirasi camilan sehari-hari.

SEO Tags:
Resep Tahu Sumedang, cara membuat Tahu Sumedang, tahu goreng renyah, camilan Jawa Barat, jajanan tradisional, Tahu Sumedang pedas, Tahu Sumedang isi keju, Tahu Sumedang kriuk, Tahu Sumedang original, street food Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep Soto Betawi Asli: Kuah Gurih Susu & Santan, Lezat dan Menggoda

Resep Ayam Bakar Taliwang Khas Lombok - Cita Rasa Pedas dan Gurih Nusantara

Resep Lotek Khas Sunda: Lezat, Sehat, dan Saran Kearifan Lokal